Rabu, 22 April 2009

STRATEGI RRC BASMI SITUS PORNO, SURI TAULADAN TO INDONESIA

Upaya China untuk memberantas situs porno memang tidak main-main. Selama 2007, Grup Kerja Nasional untuk Antipornografi dan Antipembajakan (NWGAA) melaporkan, terdapat sebanyak 2.300 situs porno yang diblokir di Negeri Tirai Bambu tersebut.Mereka juga telah menyiapkan layanan selama 24 jam untuk menerima pengaduan masyarakat mengenai situs porno. Dalam dunia internet, Negara cina memang terkenal dengan kebijakannya melakukan filter atas situs2 yg dianggap berbahaya, sehingga semua pengguna internet di cina tidak bisa membuka situs2 yg diblok tsb. berikut ini beberapa situs yg diblok: · Wikipedia. · Blogspot dan bbrp blog lain. · Situs pemerintah Taiwan. · Situs pemerintah Tibet. · dll yg tidak kuketahui
Cara pemerintah Cina melakukan pemblokiran:1. Paling kurang 20 penyedia jasa blog terkemuka di Cina, termasuk raksasa Internet yang berkedudukan di Amerika Yahoo dan MSN, telah menandatangani persetujuan yang akan membantu pemerintah menyensor dan mengetahui identitas blogger. Persetujuan itu, yang diungkapkan Perhimpunan Internet Cina pekan ini, “menganjurkan” penyedia jasa blog untuk mencatat informasi kontak dan mendaftarkan pengguna dengan nama sebenarnya sebelum mengizinkan mereka mem-post blog. Perusahaan-perusahaan juga diminta menghapus yang disebut “informasi buruk dan tidak sah pada waktunya,” serta “melindungi kepentingan Negara dan Partai”. Reporter Tanpa Tapalbatas yang berkedudukan di Paris mencela kebijakan baru Cina itu. Organsasi halk media itu mengatakan walaupun tidak memerintahkan perusahaan mendaftarkan blogger, persetujuan itu menekan mereka untuk melakukannya2. Berbagai perangkat filter ditempatkan di “backbone” utama pada jaringan internet. Perusahaan penyedian layanan internet juga memiliki skema pemfilteran sendiri. Beberapa mesin cari besar di Cina memfilter atau memblok kata kunci yang memungkinkan pengunjung untuk mengakses situs tertentu. Selain itu, software text messaging memiliki daftar kata kunci yang dianggap ‘terlarang’. Sistem akan otomatis berhenti, begitu kata tersebut dipakai.

Beberapa laporan mengenai aktivitas sensor yang berlangsung di Cina mengklaim, mereka memiliki sekitar 30.000 “polisi internet” yang mengemban tugas pengawasan ini. Akan tetapi, hal ini tidak berhasil dikonfirmasikan dari studi ini. Meski begitu, para peneliti berhasil mengungkap adanya 11 agen pemerintah yang saling berbagi informasi, untuk mengendalikan pengunaan internet di negara tersebut.

Meski semua sistem blokir yang disiapkan pemerintah Cina ditujukan untuk menjaring arus informasi dari Taiwan dan Tibet, penjelajah internet Cina tetap memiliki akses ke pusat-pusat informasi negara barat.

Studi tersebut juga mengungkap, pemblokiran berlangsung secara bergantian. Jadi tidak heran jika dalam waktu-waktu tertentu, situs CNN yang membahas tragedi Tiananmen Square dapat diakses. Usaha pemblokiran diarahkan utamanya untuk situs-situs yang ditulis dalam bahasa dan huruf Cina. Langkah Tiongkok memblok situs bisa dimengerti karena menurut mereka itu memang membahayakan bagi mereka. memfilter internet tidak akan bisa menyelesaikan masalah secara tuntas. Kelemahan-kelemahan itu membuahkan kesimpulan bahwa tidak ada pertahanan yang sempurna, selain proteksi yang datang dari diri sendiri.

Dalam hal ini, pemerintah perlu melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan pendidikan dan pembinaan moral masyarakat. Upaya itu harus dilakukan di semua lini, dari rumah, sekolah, sampai masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar