Penjelasan Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 mengenai perbuatan melawan hukum secara materiil (materieele wederrechttelijk)gak punya kekuatan hukum mengikat. Padahal, konstitusi mengatur bahwa putusan MK bersifat final dan mengikat.Kalo hakim-hakim di Pengadilan Tipikor tingkat Jakarta Pusat aja gak nghormati keputusan MK, berarti menjungkirbalikkan seluruh sistem atau jenjang peradilan di negara kite. Bayangin boo', kalo semua keputusan MK atau keputusan Mahkamah Agung (MA) bisa dibatalin oleh pengadilan tingkat bawah, pengadilan mana lagi yang bisa dijadikan acuan? Semuanya masing-masing berjalan sendiri. Padahal, sistem peradilan harus merupakan satu rangkaian keputusan yang hierarkis, yang dapat jadi pegangan tentang kesatuan hukum, kesatuan keputusan, kesatuan penerapan, dan kesatuan penafsiran, yang berpuncak pada MA, or dalam hal perkara konstitusional berpuncak pada MK. trus begonya masyarakat yg digoblokin sm SBY sampe bisa menang pemilu cuz koar2 basmi korupsi & event organizernya yg konkalingkong bikin format investigasi KPK d TV swasta. tau kan media tu sarana no.1 pengaruhin masyarakat. itu cuma kamuflase. Sby tu aktor drama paling top, diem2 ngebungkem lawan politiknye. Udah ngobok2 MK ttg pengaturan UU TIPIKOR n gak disusun lg, cuz buat ngelindungin antek-anteknya kalo2 ketangkap gara2 korupsi, makanya dia tenang2 aja Besan nya Aulia Pohan, di tangkap pdhal makan 100 M, menurut preseden uu tipikor jg sebenarnya Aulia POhan harus dipenjara 20ta0n, eh cm 5ta0n belum remisi2nya. Trus bisa2nya nangis empati sm korban lapindo tp kluarin UU yg bikin korban lapindo cm trima 20% gnti rugi. Aktor koporat kyk Bakrie bukan di pecat malah jd sahabat, trus SBy s4 kress sm Amin Rais gara2, Amin nyanyi SBY jg makan duit kasus non budgeter Dep kelautan kemarin, kasus DKP yang “mengkambinghitamkan” Rokhmin Dahuri.trus bisa2nya damai tanpa ada proses hukum, Yuzril.I mahendra jelas korup, eh cm dipecat trus damai bis diketemuin sm kepala KPK. Loby Politik yg bagus tuh untuk mencabut substansi pidana korupsi. Om gw yg kerja d Bea Cukai Batam bilang, dia pernah ngamanin mobil& motor import n pasir timah yg dokumennya atas nama Taufik Kiemas, Eh brati bener cuz dalam waktu dekat Ketua Deperpu PDIP Taufiq Kiemas kemungkinan bakal dibidik beberapa kasus dugaan korupsi.Tu mungkin efektif untuk membunuh oposisi, tetapi gak akan efektif untuk menaikkan citra SBY, SBY sedang menjalankan politik “seakan-akan”, Seolah-olah dia sukses memenjarakan para koruptor, seperti yg dibilang John Locke manusia klo pgang kekusaan pasti tgoda sm korupsi, manusia kan half angel & half evil. korupsi itu emang pendidikan mental&moral, tapi klo emng bener semangat basmi korupsi berani kagak hukum mati koruptor, tapi sayangnya Dalam undang-undang ancaman hukuman mati hanya ditujukan kepada pelaku tipikor yang melanggar Pasal 2 Ayat 1, di mana Ayat 2 pasal itu menetapkan ancaman pidana mati hanya dijatuhkan bila negara dalam keadaan bahaya, terjadi bencana nasional, pengulangan tipikor, atau saat negara dalam keadaan krisis ekonomi dan moneter.Dari sisi hukum internasional, hukuman mati sebenarnya sih diwajibkan buat dihapuskan di dalam UU nasional masing-masing negara anggota PBB, termasuk Indonesia yang meratifikasi Konvensi Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik (1966) dengan UU No 12 Tahun 1995; cuma pada Pasal 6 Konvenan itu masih dibolehkan dalam tiga keadaan.tapi tiru Cina dunk! Hukuman mati yang dijatuhkan ke mantan wakil walikota Suzhou, Jiang Renjie, cuz menerima 1 juta dolar dari developer!kalo berani kyk gitu Gw yakin SBY 32 taun bisa berkuasa tanpa manipulasi politik ky ORBA! Oh iye yg perlu di cermati yg duduk DPR mayoritas awam masalah hukum, DPR kan diatas OMBUDSMAN yang mengesahkan or ratifikasi UU. Tapi nyatanya pas sidang paripurna jg banyak yg ngorok, padahal ngesahin 1pasal, 1 org dapat insentif 1,5jt!enak banget..gw jd inget sm tante gw:TANTE LALa/MAMA Dodo, yg jd anggota DPRD di Palangkaraya, sebenarnya dia pendidikan trkhir Sekolah Pendidikan Guru, tp beli ijazah S1 & S2 di Jogja. Ya itulah mental pembangunan Indonesia, mental buat membangun rumah meWAH..!!
Kamis, 16 April 2009
MENTAL PEMBANGUNAN YANG BIKIN KAYA
Besok giliran kelompok gw presentasi Komunikasi perubahan pembangunan sosial. tentang sub bab: mental pembangunan getoh...tp ntar gw belokin ke mental koruptor aja, intinya supremasi hukum tu lemah, kenapa? cuz uu tipikor kita tu kacau...waktu gw kul d atma hukum (pindah jurusan, cuz nyokap gw trauma sm Pak Hakim yg jujur, hidup bersahaja, aliran Legisme nya kuat tp meninggal gak wajar),- gw inget sm adagium hukum formil lex superior derogat inferiori.intinya doktrin hukum yang berlaku universal tentang adanya hierarki, yaitu hakim dari pengadilan yang lebih bawah atau lebih rendah tidak bisa menghapuskan begitu saja keputusan atau yurisprudensi dari hakim dari pengadilan yang lebih tinggi. kayak sikap Majelis Hakim Tipikor yang menyatakan bahwa Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No 003/PUU-IV/2006 yang membatalkan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar